Epiglotitis Adalah Penyakit yang Dapat Mengancam Nyawa. Yuk, Cari Tahu Apa Saja Gejala dan Pengobatannya?
Blog

Epiglotitis Adalah Penyakit yang Dapat Mengancam Nyawa. Yuk, Cari Tahu Apa Saja Gejala dan Pengobatannya?

 

Epiglotis merupakan susunan tulang rawan yang sangat tipis, terletak di belakang lidah dan terletak di depan laring atau kotak suara. Epiglotis umumnya mempunyai konformasi menghadap atas supaya udara dapat masuk ke dalam jalur selanjutnya. apabila terjadi proses menelan makanan, epiglotis akan menghadap kebawah untuk menutup jalur kepada kotak suara, yang berfungsi untuk mencegah makanan dan minuman masuk ke dalam trakea.

Epiglotis berbentuk seperti daun yang tersusun atas tulang rawan, menempel pada batangnya hingga ke bagian posterior dari tulang rawan tiroid dan memproyeksikan secara posterosuperior dari tempat menempelnya hingga kepada tulang rawan tiroid. Proses penempelan ini bisa terjadi karena ligamen tiro-epiglotik pada lini tengah sekitar jalur tengah antara laring dengan tiroid bagian inferior dan bagian atas epiglotis adalah di belakang bagian faringeal lidah.

Ketika tubuh sedang dalam proses mencerna makanan, pusat menelan akan menghentikan pusat pernafasan yang keduanya terdapat pada otak. Uvula akan terangkat untuk mencegah makanan masuk ke dalam sistem pernafasan. Lidah juga akan mencegah makanan yang masuk kembali lagi ke dalam rongga mulut. Epiglotis ditekan menutupi glottis supaya makanan tidak salah masuk ke dalam sistem pernafasan.

Lalu apa itu epiglotitis?

Epiglotitis adalah peradangan dan pembengkakan yang ditimbulkan oleh infeksi atau cedera tenggorokan. Pada kasus yang terbilang berat, epiglotitis kemungkinan dapat menyebabkan sumbatan pernapasan yang dapat mengancam nyawa.

Peradangan yang terjadi pada epiglotis bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti luka bakar akibat makanan atau minuman terlalu panas, cedera pada mulut atau tenggorokan, serta infeksi.

Menurut laman Hellosehat, epiglotitis kebanyakan ditemukan pada anak-anak, tetapi kondisi ini juga bisa dialami orang dewasa. Nah, penyebab epiglotitis umumnya pada anak adalah infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B atau Hib. Hib ini juga merupakan patogen utama yang bisa ditemukan pada pneumonia, meningitis, dan infeksi pada aliran darah.

Ketika epiglotis terinfeksi, meradang, dan membengkak, hal tersebut dapat mengganggu jalur pernapasan. Oleh karena itu, keadaan ini memerlukan penanganan medis darurat.

Seberapa umumkah epiglotitis?

Epiglotitis adalah penyakit yang cukup langka. Diperkirakan hanya sekitar 1 atau 2 dari 100.000 individu yang kemungkinan menderita penyakit ini.

Gejala Epiglotitis

Infeksi yang terjadi umumnya berawal di saluran pernapasan atas sebagai peradangan hidung dan tenggorokan. Lalu, infeksi bergerak ke bawah menuju epiglotis. Infeksi kerap kali disertai dengan bakteremia atau infeksi darah. Epiglotitis dapat dengan segera berakibat fatal karena pembengkakan jaringan yang terinfeksi bisa menyumbat saluran udara dan menghentikan pernapasan.

Berikut ini dilansir dari laman Halodoc, gejala yang kemungkinan muncul, yaitu:

Nyeri tenggorokan.

Gangguan menelan.

Gangguan pernapasan.

Bungkuk ke depan, sebagai upaya untuk bernapas.

Stridor atau suara pernapasan yang kasar.

Suara serak.

Menggigil.

Demam.

Sianosis atau warna kulit kebiruan.

Mengeluarkan liur

Bagaimana epiglotitis diobati?

Pengobatan yang utama adalah dengan melakukan monitor kadar oksigen dan melindungi jalur napas Anda. Apabila kadar oksigen dalam darah Anda terlalu rendah, Anda akan diberikan pernapasan bantuan melalui masker atau selang napas.

Dokter kemungkinan juga akan melakukan beberapa penanganan berikut ini:

  1. Asupan cairan melalui infus bertujuan untuk mencukupi kebutuhan tubuh sampai Anda benar-benar dapat kembali menelan.
  2. Antibiotik berfungsi untuk mengobati infeksi bakteri.
  3. Obat antiinflamasi, contohnya kortikosteroid, berfungsi untuk mengurangi pembengkakan dalam tenggorokan.
  4. Bedah trakeotomi juga mungkin dilakukan dokter untuk mencegah gagal napas. Akan tetapi, prosedur ini hanya direkomendasikan kepada pasien dengan kasus epiglotitis yang sudah serius.

 

Sumber: Hellosehat.com

Blog

Ciri-ciri dan diagnosa difisiensi protein c  

 

 

 Difisiensi protein C adalah kondisi tubuh yang kekurangan protein C disebutnya pengencer darah yang alami yang mengalir dalam tubuh. Pada darah yang dapat mengatur adanya keseimbangan dalam  pembekuan darah pada tubuh sehingga terjadinya proses pembekuan darah yang mampu mengontrol agar tidak terjadinya darah yang menggumpal karena apabila darah menggumpat dapat mengganggu kinerja organ lain terutama saat menggumpal di bagian otak, darah tidak bisa mengalir karena tidak adanya asupan oksigen.  Fungsinya darah normal dapat mencegah terjadinya peradangan dan mencegah dari kerusakan. Keadaan tersebut umumnya terjadi  pada darah yang mempunyai keadaan tidak aktif, dan dapat aktif kembali apabila  diperlukan. Apabila ada kekurangan, kemungkinan keseimbangan  pembekuan darah diatur berdasar macam protein yang dapat mengganggu dan darah lebih cepat  menggumpal seringkali terjadi di pembuluh darah yang alirannya lambat dan dapat memupuk dalam satu titik di bagian pembuluh vena. Keadaan tersebut apabila berlangsung lama dan banyak darah membeku akan mengakibatkan penyakit deep vein thrombosis.

Adanya akibat kelainan secara bawaan yang berupa terjadinya gangguan dapat memberikan dampak defisiensi protein C,  pembekuan darah, penyakit pada hati, disseminated intravascular coagulation (DIC), adanya infeksi, kekurangan vitamin K, adanya tumor, dan pembuangan dari usus halus.

Adapun ciri yang dapat di timbulkan pada gejala yang bisa muncul di diri seseorang dengan timbulnya Difisiensi protein C:

  1. Purpura fulminans keadaan yang serius yang ditemukan pada bayi dengan adanya penyakit tersebut. Kemungkinan terjadi gejala pada pembekuan darah di bagian pembuluh darah pada seluruh tubuh.
  2. Deep vein thrombosis, adanya gumpalam darah pada vena yang mempunyai gejala antara lain di bagian lengan, kaki, ataupun di bagian otak harap waspada dengan gejala yang berlangsung kemungkinan kram dan rasa nyeri di lengan dan kaki, adanya perubahan warna kulit kemerahan bahkan keunguan, yang dapat terjadi pembengkakan, dan saat di raba akan panas di bagian nyeri. Terjadinya kelainan di bagian pigmentasi kulit.
  3. Gangrene, keadaam pada jaringan tubuh yang sudah mati karena tidak memiliki pasokan darah yang cukup.
  4. Emboli pulmoner berupa komplikasi yang kemungkinan yang berbahaya dari Deep vein thrombosis saat terjadi pembekuan darah dapat terbentuk pada vena paru-paru. Dengan keadaan gejala sesak napas, rasa nyeri bagian dada, detak jantung memompa cepat, pingsan, hingga batuk darah. Adanya resiko yang di timbulkan saat kehamilan, berkaitan pada pembentukan gumpalan di darah yang memiliki sumbatan.

DIAGNOSIS

Dari pemeriksaan dagnosis Difisiensi protein C, akan dilakukan evaluasi lengkap yang hingga di dapatkan hasil, antara lain:

  1. Wawancara medis, dilakukannya penggalian informasi tentang penyakit bawaan secara genetik dan tanya jawab mengenai tanda serta gejala yang bisa dirasakan. Kondisi semacam ini perlu di waspadai juga agar dapat mengurangi dampak buruk yang terjadi untuk memberikan keringanan pada proses pengobatan. Wawancara dapat dilakukan secara langsung melalui beberapa tahapan agar dapat memeriksa dengan proses yang baik. Pembekuan darah karena pembuluh darah terhenti atau tersumbat dan menumpuk hingga dapat menggumpal di bagian tersebut sehingga dapatnya dapat mengganggu kinerja aktifitas harian.
  2. Pemeriksaan fisik, dapat diketahui secara langsung dengan adanya tanda dan gejala yang ada di Difisiensi protein C.
  3. Pemeriksaan penunjang, biasanya bisa berupa pengecekan darah guna melihat kinerja dalam tubuh. Kondisi pada pembekuan darah dapat terjadi sewaktu-waktu dan menjadikan aktifitas secara harian dapat terganggu.

 

Referensi:

alodokter.com

klikdokter.com

 

Referensi gambar:

krack.de

 

 

Bagaimana cara mengatasi gizi buruk pada sang buah hati?
Blog

Bagaimana cara mengatasi gizi buruk pada sang buah hati?

Gizi buruk atau yang biasa kita kenal sebagai kwashiorkor dalam dunia medis, yang merupakan salah satu bentuk malnutrisi atau dalam artian kesalahan dalam pemberian nutrisi. Kesalahan bisa berupa kekurangan maupun kelebihan nutrisi. Pada dasarnya kwashiorkor tersebut dapat diartikan sebagai kondisi dimana seseorang kekurangan asupan yang mengandung energi dan protein. Padahal protein dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan sel-sel baru. Selain itu, asupan ini juga turut membantu proses perbaikan sel-sel yang rusak. Kwashiorkor kebanyakan menyerang anak-anak di negara-negara berkembang salah satunya Indonesia. 54% kematian bayi dan balita disebabkan kondisi gizi buruk, pernyataan tersebut sudah diperkirakan oleh badan kesehatan dunia (WHO). Bahkan risiko kematian anak dengan gizi buruk 13 kali lebih besar dibandingkan dengan anak normal. Maka dari itu disarankan untuk segera lakukan berbagai cara dalam mengatasi gizi buruk tersebut agar tidak berakibat fatal. Ada beberapa komplikasi akibat gizi buruk atau kwashiorkor sehingga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Bila komplikasi ini terjadi, anak dapat mengalami tahap-tahap perkembangan menjadi lebih lambat dibanding anak normal seusianya. Selain itu anak juga dapat mengalami kesulitan belajar, mudah terserang penyakit berat, gangguan berbagai macam organ, bahkan berakibat fatal menyerang jiwa sang anak tersebut.[1] “dilansir dari laman Hellosehat” Menurut Riskesdas tahun 2013, jumlah bayi gizi buruk dan kurang gizi (malnutrisi) di Indonesia meningkat jadi 19,6% dibanding tahun 2010. Kementerian Kesehatan pun memperkirakan masih ada 4,7 juta bayi dengan kondisi ini yang belum terdeteksi. Masalah tersebut jika dibiarkan terus menerus terjadi pada sang balita akan cenderung terhambat dan membuatnya berisiko menghadapi beragam masalah kesehatan di masa depan. Akan tetapi, dalam hal ini tidak perlu kita khawatirkan. ternyata ada beberapa cara yang bisa kita lakukan sebagai orangtua untuk merawat dan membesarkan balita yang kekurangan gizi. Diantaranya mencukupi kebutuhan nutrisi yang dia inginkan. Nutrisi tersebut sangat berperan dalam setiap perkembangan seseorang karena sangat membantu dalam meningkatkan kekebalan tubuh sikecil bahkan dapat melindungi dari berbagai macam penyakit serta berperan dalam pertumbuhan sang anak. Akan tetapi, perlu kita ketahui juga untuk mengatasi gizi buruk pada sang balita, langkah dalam pemenuhan nutrisi tersebut sedikit berbeda pada balita yang sehat seperti umumnya. Saran terbaik lakukan perawatan sesuai dengan saran dokter agar kondisi tidak semakin memburuk. Berikut beberapa hal yang dapat kita perhatikan jika ingin melakukan perawatan pada balita yang kekurangan gizi dirumah, dan hal ini biasanya dilakukan pada sang anak yang kondisinya tidak terlalu parah. Namun, walaupun begitu tetap diperlukan arahan dari dokter karena hal tersebut juga membutuhkan kondisi medis yang perlu diperhatikan. Akan tetapi jika kondisi pada sang balita sangat buruk lakukan perawatan dirumah sakit saja agar kondisi tidak semakin parah. Berikut beberapa hal cara mengatasi giziz buruk pada sang balita dirumah:

  • Lakukan pemeriksaan awal pada dokter anak atau ahli gizi anak untuk mengetahui penyebab sekaligus cara mengatasinya.
  • Buat rencana perawatan dengan dokter, mengenai menu makanan bernutrisi, jadwal makan, daftar obat-obatan atau suplemen tambahan, dan jadwal minum obat.
  • Lakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin untuk mengetahui bagaimana perkembangan kondisi anak.
  • Menyiapkan makanan bernutrisi yang mudah dimakan dan dicerna oleh anak.
  • Melakukan pengecekan berat badan secara rutin dan mencatatnya untuk dilaporkan kepada dokter. Catat juga apa saja gejala atau hal-hal penting yang berkaitan dengan kondisi anak.

 

Sumber: Hellosehat.com

[1] Sumber referensi Klikdokter.com