Blog

Ciri-ciri dan diagnosa difisiensi protein c  

 

 

 Difisiensi protein C adalah kondisi tubuh yang kekurangan protein C disebutnya pengencer darah yang alami yang mengalir dalam tubuh. Pada darah yang dapat mengatur adanya keseimbangan dalam  pembekuan darah pada tubuh sehingga terjadinya proses pembekuan darah yang mampu mengontrol agar tidak terjadinya darah yang menggumpal karena apabila darah menggumpat dapat mengganggu kinerja organ lain terutama saat menggumpal di bagian otak, darah tidak bisa mengalir karena tidak adanya asupan oksigen.  Fungsinya darah normal dapat mencegah terjadinya peradangan dan mencegah dari kerusakan. Keadaan tersebut umumnya terjadi  pada darah yang mempunyai keadaan tidak aktif, dan dapat aktif kembali apabila  diperlukan. Apabila ada kekurangan, kemungkinan keseimbangan  pembekuan darah diatur berdasar macam protein yang dapat mengganggu dan darah lebih cepat  menggumpal seringkali terjadi di pembuluh darah yang alirannya lambat dan dapat memupuk dalam satu titik di bagian pembuluh vena. Keadaan tersebut apabila berlangsung lama dan banyak darah membeku akan mengakibatkan penyakit deep vein thrombosis.

Adanya akibat kelainan secara bawaan yang berupa terjadinya gangguan dapat memberikan dampak defisiensi protein C,  pembekuan darah, penyakit pada hati, disseminated intravascular coagulation (DIC), adanya infeksi, kekurangan vitamin K, adanya tumor, dan pembuangan dari usus halus.

Adapun ciri yang dapat di timbulkan pada gejala yang bisa muncul di diri seseorang dengan timbulnya Difisiensi protein C:

  1. Purpura fulminans keadaan yang serius yang ditemukan pada bayi dengan adanya penyakit tersebut. Kemungkinan terjadi gejala pada pembekuan darah di bagian pembuluh darah pada seluruh tubuh.
  2. Deep vein thrombosis, adanya gumpalam darah pada vena yang mempunyai gejala antara lain di bagian lengan, kaki, ataupun di bagian otak harap waspada dengan gejala yang berlangsung kemungkinan kram dan rasa nyeri di lengan dan kaki, adanya perubahan warna kulit kemerahan bahkan keunguan, yang dapat terjadi pembengkakan, dan saat di raba akan panas di bagian nyeri. Terjadinya kelainan di bagian pigmentasi kulit.
  3. Gangrene, keadaam pada jaringan tubuh yang sudah mati karena tidak memiliki pasokan darah yang cukup.
  4. Emboli pulmoner berupa komplikasi yang kemungkinan yang berbahaya dari Deep vein thrombosis saat terjadi pembekuan darah dapat terbentuk pada vena paru-paru. Dengan keadaan gejala sesak napas, rasa nyeri bagian dada, detak jantung memompa cepat, pingsan, hingga batuk darah. Adanya resiko yang di timbulkan saat kehamilan, berkaitan pada pembentukan gumpalan di darah yang memiliki sumbatan.

DIAGNOSIS

Dari pemeriksaan dagnosis Difisiensi protein C, akan dilakukan evaluasi lengkap yang hingga di dapatkan hasil, antara lain:

  1. Wawancara medis, dilakukannya penggalian informasi tentang penyakit bawaan secara genetik dan tanya jawab mengenai tanda serta gejala yang bisa dirasakan. Kondisi semacam ini perlu di waspadai juga agar dapat mengurangi dampak buruk yang terjadi untuk memberikan keringanan pada proses pengobatan. Wawancara dapat dilakukan secara langsung melalui beberapa tahapan agar dapat memeriksa dengan proses yang baik. Pembekuan darah karena pembuluh darah terhenti atau tersumbat dan menumpuk hingga dapat menggumpal di bagian tersebut sehingga dapatnya dapat mengganggu kinerja aktifitas harian.
  2. Pemeriksaan fisik, dapat diketahui secara langsung dengan adanya tanda dan gejala yang ada di Difisiensi protein C.
  3. Pemeriksaan penunjang, biasanya bisa berupa pengecekan darah guna melihat kinerja dalam tubuh. Kondisi pada pembekuan darah dapat terjadi sewaktu-waktu dan menjadikan aktifitas secara harian dapat terganggu.

 

Referensi:

alodokter.com

klikdokter.com

 

Referensi gambar:

krack.de