Hindari Permen! Berikut Cara Mengobati Fenilketonurik yang Benar.
Blog

Hindari Permen! Berikut Cara Mengobati Fenilketonurik yang Benar.

 

Fenilketonuria merupakan kondisi medis di mana terjadi kelainan genetika langka yang sudah ada sejak lahir. Kondisi ini akan menyebabkan asam amino yang di sebut fenilalanin, yaitu  salah satu bahan baku untuk pembentukan protein oleh tubuh, menumpuk di dalam tubuh.

Keadaan ini disebabkan oleh terjadinya kecacatan pada gen yang berfungsi untuk membantu menciptakan enzim yang dibutuhkan untuk memecah fenilalanin. Tanpa enzim tersebut, proses fenilalanin menjadi terhambat, pada akhirnya fenilalanin akan menumpuk dalam darah dan otak. Setiap penyakit pasti selalu ada obatnya atau mungkin cara perawatannya.

Bagaimana Cara Mengobati Fenilketonuria?

Berita buruknya adalah penyakit yang satu ini bukanlah suatu penyakit yang bisa disembuhkan secara total. Jadi, dalam hal ini biasanya cara yang dilakukan untuk mengobati fenilketonuria bertujuan untuk mengendalikan level kelainan genetik tersebut agar tidak menyebabkan gejala-gejala berbahaya bahkan komplikasi.

Berikut ini adalah beberapa langkah untuk mengobati penyakit fenilketonuria.

  1. Penerapan pola makan rendah protein

Dalam penanganan penyakit ini biasanya akan dilakukan penerapan pola makan yang rendah asupan protein yang pada dasarnya menghindari bahan makanan yang kaya protein seperti telur, susu dan produk olahannya, ikan, serta semua jenis daging. Makanan yang mengandung pemanis buatan, seperti permen karet dan minuman berkarbonasi, juga harus dihindari karena dapat berubah menjadi fenilalanin di dalam tubuh.

  1. Pemilihan bahan makanan yang ketat

Menurut Honestdoc, tidak hanya menekan konsumsi protein saja, biasanya jenis makanan lainnya juga akan diatur, ditakar dan dipilih dengan cermat agar tidak berlebihan. Hal ini juga berlaku untuk makanan sejenis sayur dan buah.

  1. Konsumsi suplemen asam amino

Selain menjaga pola makan dengan diet yang ketat seperti yang disebutkan di atas, pasien yang menderita penyakit fenilketonurik juga diwajibkan untuk mengonsumsi suplemen asam amino. Langkah ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan gizi tubuh dalam pertumbuhan.

Dilansir dari laman Alodokter, pasien dengan penyakit fenilketonuria harus senantiasa menjaga agar kadar fenilalanin dalam tubuh mereka tidak berlebihan. Sebelum mengubah pola makan, mengonsumsi obat apa pun, serta memberikan susu formula pada bayi, apabila Anda memiliki bayi yang menderita fenilketonuria dianjurkan untuk selalu mengkonsultasikannya dengan dokter.

Disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah dan kondisi kesehatan secara berkala untuk menanggulangi kemungkinan adanya komplikasi. Karena fenilketonuria ini bukan masalah kesehatan yang sembarangan, jadi anda harus mempertimbangkan tindakan-tindakan anda agar tidak memperparah penyakit ini.

Kapan Harus ke Dokter?

Segeralah mencari bantuan medis bila mengalami beberapa kondisi berikut ini:

  1. Pada bayi baru lahir

Menurut Halodoc, apabila tes skrining bayi baru lahir secara rutin menunjukkan adanya tanda bahwa bayi tersebut berpotensi mengidap fenilketonuria, maka dokter anak akan segera melakukan tindakan perawatan diet untuk mencegah terjadinya masalah yang lebih serius jangka panjang.

  1. Pada wanita usia subur.

Bagi wanita dengan riwayat fenilketonuria harus memeriksakan diri ke dokter dan mempertahankan diet fenilketonuria sebelum terjadi kehamilan dan dalam masa hamil hingga melahirkan. Hal ini dilakukan bertujuan untuk mengurangi risiko meningkatnya kadar fenilketonuria yang dapat membahayakan kondisi janin.

  1. Orang dewasa

Bagi orang dewasa yang mengidap fenilketonuria harus menerima perawatan seumur hidup dan memeriksakan kondisinya secara teratur ke dokter.

Fenilketonurik ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang serius, seperti:

  1. Kerusakan permanen pada otak.
  2. Gangguan saraf, sejenis tremor atau kejang.
  3. Ukuran kepala kecil atau microcephaly, sehingga terlihat menjadi tidak wajar.

 

Sumber : TheHealthyPost.com