Sudahkah kamu pastikan, menu makanan seimbang terhadap tubuhmu.
Blog

Sudahkah kamu pastikan, menu makanan seimbang terhadap tubuhmu.

“dilansir dari laman Alodokter” Untuk memperoleh gizi seimbang, diperlukan konsumsi dari berbagai kelompok makanan yang berbeda. Menu makanan seimbang idealnya terdiri beragam jenis nutrisi, termasuk protein, karbohidrat, lemak, serat, mineral, dan vitamin. Namun, pola hidup sehat tak hanya terpaku pada asupan gizi seimbang. Setiap makanan dan minuman mengandung kalori, yang dipergunakan sebagai energi saat beraktivitas. Maka dari itu, penting untuk memiliki gaya hidup aktif dan berolahraga secara teratur, agar kalori dapat dibakar dan tidak hanya ditimbun saat tubuh tidak aktif dan konsumsi kalori melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh, kalori tersebut akan disimpan sebagai lemak. Hal inilah yang kemudian dapat membuat berat badan semakin bertambah. Solusi yang tepat adalah terapkan pola makan gizi seimbang dengan panduan piring makan, dilengkapi dengan gaya hidup aktif. Konsultasikan dengan dokter gizi jika Anda memiliki pola makan atau kondisi kesehatan khusus, sebelum menerapkannya.

“dilansir dari laman Hellosehat” Masih ingatkah dengan 4 sehat 5 sempurna telah menjadi slogan yang terus terngiang-ngiang dalam ingatan kita. Slogan ini juga mungkin sudah kita hafalkan sejak kecil. Namun, sadarkah bahwasanya kita sudah tidak lagi menerapkannya. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan Indonesia telah mengeluarkan penggantinya, yaitu Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Prinsip menu makanan seimbang sangatlah penting dan memang baru dikeluarkan dan disahkan pada tahun 2014 lalu, sehingga belum banyak yang tahu bahwa 4 sehat 5 sempurna tidak berlaku lagi. Berikut adalah alasan mengapa slogan 4 sehat 5 sempurna dinilai kurang pas dan digantikan dengan Pedoman Gizi Seimbang.

  • Susu tidak wajib jadi pelengkap

Bila Anda beranggapan bahwa menu diet sehat Anda baru akan sempurna kalau sudah minum susu, maka Anda keliru. Susu tidak wajib lagi dimasukkan ke dalam menu diet sehat Anda sehari-hari. Pasalnya, susu memiliki kandungan yang sama seperti lauk protein hewani.

  • Sedangkan kandungan lain yang ada di susu seperti kalsium, fosfor, dan zat besi, juga bisa Anda temukan dalam berbagai protein hewani lainnya. Jadi jangan khawatir Anda menjadi tidak sehat karena selama ini tidak minum susu.
  • Tidak hanya bergantung dengan satu jenis makanan saja, seperti makanan pokok yang bisa diganti dengan jagung, mi, ubi, atau kentang – tak harus nasi terus. Sedangkan di dalam slogan yang terdahulu tidak ada pesan tersebut.
  • Anda juga harus banyak minum air

Dalam 4 sehat 5 sempurna, tidak disebutkan bahwa Anda harus mengonsumsi air mineral. Padahal, pemenuhan cairan sangat penting untuk menjaga kecukupan cairan di dalam tubuh Anda. Cairan yang paling baik untuk memenuhi kebutuhan Anda hanyalah air mineral. Oleh karena itu, pada Pedoman menu makanan seimbang  Anda dianjurkan untuk minum air putih setidaknya 8 gelas per hari atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

  • Tidak ada ketentuan porsi

Di dalam slogan makan makanan sehat yang lama, tidak ada ketentuan dan aturan seberapa banyak porsi makan dalam sehari. Padahal, ketentuan porsi makan sangatlah penting untuk mencegah Anda mengalami kegemukan dan terserang berbagai penyakit kronis. Sementara itu, pada Pedoman menu makanan seimbang Anda juga bisa mendapatkan pembagian porsi menu makanan sehat di dalam piring makan Anda.

  • Bahan makanan harus bervariasi

Semakin banyak bahan menu makanan sehat yang Anda makan, semakin baik kandungan gizinya. Dalam Prinsip Gizi Seimbang, ditekankan juga untuk mengonsumsi beragam jenis bahan makanan.

  • Makan sehat saja tidak cukup

Dahulu, mungkin Anda berpikir jika ingin hidup sehat maka Anda tinggal memenuhi prinsip makan 4 sehat 5 sempurna. Ini berarti setiap makan harus ada makanan pokok, lauk yang terdiri dari protein hewani dan protein nabati, sayur, buah, dan susu sebagai penyempurnanya. Dalam pedoman yang baru ini, disebutkan beberapa anjuran lain bila Anda ingin hidup sehat. Di antaranya berolahraga rutin, mengatur porsi makan, memantau berat badan secara teratur, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

 

 

Sumber: Alodokter.com

Sering Makan dan Minum dalam Suhu yang Tinggi? Waspada Penyebab Penyakit Epiglotitis.
Blog

Sering Makan dan Minum dalam Suhu yang Tinggi? Waspada Penyebab Penyakit Epiglotitis.

 

Epiglotitis merupakan suatu infeksi yang terjadi pada epiglotitiss yang kemungkinan bisa menyebabkan gangguan fungsi epiglotis dan pembengkakan pada epiglotis. Dalam kasus yang berat, epiglotitis bisa saja menyebabkan sumbatan pernapasan yang kemungkinan dapat mengancam nyawa.

Nah, umumnya penyebab epiglotitis yaitu adanya infeksi bakteri. Bakteri yang kerap kali menyebabkan keadaan ini adalah Haemophilus influenzae tipe b atau Hib. Bakteri ini mampu menyebar ketika orang yang menderita flu tidak menutup mulut saat batuk atau bersin, sehingga tetesan airnya dapat terhirup ke dalam mulut.

Selain itu, terdapat jenis bakteri lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit ini muncul adalah Streptococcus A, B, C, serta Streptococcus pneumoniae. Strep A merupakan bakteri penyebab radang tenggorokan, sementara Strep pneumoniae menyebabkan radang paru atau pneumonia.

Dilansir dari laman Halodoc, tidak hanya itu, virus penyebab herpes zoster, cacar air, serta virus penyebab infeksi pernapasan juga bisa menyebabkan penyakit ini. Begitu pula dengan jamur penyebab infeksi ragi atau ruam popok, juga kemungkinan dapat memperparah peradangan pada epiglotis.

Berikut ini penyebab lain yang kemungkinan juga dapat memicu penyakit epiglotitis, yaitu:

  1. Menggunakan kokain
  2. Menghirup asap kimia
  3. Menelan benda asing
  4. Lidah terbakar saat makan atau minum minuman panas
  5. Mengalami cedera pada tenggorokan, seperti luka tusuk atau luka tembak

Faktor-faktor risikonya

Kira-kira hal apa yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena epiglotitis?

Epiglotitis merupakan kondisi yang mungkin terjadi pada hampir setiap manusia, tidak memandang usia maupun golongan ras. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terjangkit penyakit ini.

Nah, berikut ini daftar faktor resiko yang dapat memicu adanya penyakit epiglotitis.

  1. Usia

Anak-anak ataupun bayi yang masih berusia di bawah 1 tahun, terlebih mereka yang belum mendapatkan vaksin Hib, sangat rentan terkena penyakit ini. di samping itu, peradangan epiglotitis juga kerap kali terjadi pada orang-orang berusia sekitar 85 tahun ke atas.

  1. Jenis kelamin

Meski hingga kini belum ditemukan alasan yang kongkrit, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis yang kelamin laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

  1. Beraktivitas di tempat yang kurang higienis

Biasanya, keadaan terpapar infeksi saluran pernapasan dan bakteri yang lain cenderung terjadi di ruang publik yang kurang higienis, misalnya sekolah dan tempat penitipan anak.

  1. Memiliki daya tahan tubuh atau sistem imun yang bermasalah

Seseorang dengan daya tahan tubuh lemah, tubuhnya akan mengalami kepayahan ketika melawan infeksi. Penyakit diabetes menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat melemahkan sistem imun tubuh, sehingga orang-orang yang memiliki diabetes dikategorikan sebagai golongan yang rentan mengalami epiglotitis.

  1. Makanan atau minuman yang terlalu panas

Mengonsumsi minuman ataupun makanan dengan suhu yang terlalu tinggi juga berpotensi melukai epiglotis. Kemungkinan untuk mengalami peradangan atau infeksi pun jauh lebih tinggi.

Diagnosis Epiglotitis

Diagnosis yang dilakukan dokter berdasarkan pada gejala dan hasil pemeriksaan dengan laringoskopi yang menunjukkan adanya pembengkakan  pada epiglotis. Pembiakan darah atau lendir tenggorokan dapat dilakukan untuk bisa menunjukkan adanya bakteri. Ketika dilakukan pemeriksaan darah yang lengkap tampak peningkatan jumlah sel darah putih. Rontgen pada leher dapat juga menunjukkan adanya pembengkakan epiglotis.

Komplikasi Epiglotitis

Menurut Hellosehat, penyakit epiglotitis bisa menyebabkan sejumlah komplikasi, antara lain:

  1. Gagal napas.

Epiglotitis merupakan sebuah tutup kecil yang bisa bergerak tepat di atas larynx yang berfungsi untuk mencegah makanan dan minuman masuk ke saluran udara. Akan tetapi, jika epiglotitis menjadi bengkak, baik karena infeksi ataupun cedera, jalan udara menjadi sempit dan bisa menjadi terganggu. Sehingga hal ini bisa memicu gagal napas, yakni keadaan yang mengancam keselamatan ketika tingkat oksigen di darah menurun atau tingkat karbondioksida menjadi sangat tinggi.

  1. Penyebaran infeksi.

Tak jarang bakteri yang menyebabkan epiglotitis juga akan menimbulkan infeksi lain di tubuh, seperti pneumonia, meningitis, ataupun infeksi darah.

 

Sumber: rusabook.com

Penyakit Fenilketonurik, Ini Sebabnya..
Blog

Penyakit Fenilketonurik, Ini Sebabnya..

 

         

Fenilketonurik adalah sebuah penyakit langka yang berupa kelainan yang terjadi pada anak yang menyebabkan kurangnya asam amino fenilalanin dalam tubuh. Penyebabnya adalah kelainan pada gen yang berfungsi membentuk enzim yang dibutuhkan untuk mencerna fenilalanin. Akibatnya jika salah makan, penderita Fenilketonurik akan merasakan gangguan kesehatan yang serius.

Maka selama hidupnya, seorang penderita Fenilketonurik harus banyak membatasi asupan fenilalanin, yang terdapat banyak pada makanan yang mengandung protein. Adapun penyebab dari Fenilketonurik yang terjadi, disebabkan oleh suatu mutasi genetik. Akibatnya saat individu mengalami keadaan ini, yaitu kelainan gen menyebabkan hilangnya atau minimnya enzim yang dibutuhkan untuk mencerna asam amino (fenilalanin).

Dilansir dari klikdokter.com, orang yang memiliki kelainan ini, umumnya mendapatkan turunan gen dari kedua orang tuanya, baik dari pihak ayah maupun ibu. kemudian pola penurunan semacam in disebut autosomal resesif  terkadang orang tua tidak mengetahui jika semua kelainan ini berasal dari gen orang tuanya sendiri.

Menurut dr. Marianti, seorang anak yang mengalami kelainan gen ini, biasanya tidak ada tanda-tanda sejak dini. Akan tetapi akan mudah disadari saat sudah beranjak dewasa yaitu:

 

  • Kelainan intelektuaal dan keterbelakangan mental
  • Gangguan tingkah laku, emosional dan sosial, contoh sederhananya adalah uring-urungan atau menyakiti diri sendiri.
  • Pertumbuhan yang lamban
  • Kekuatan tulang menurun
  • Epilepsi
  • Tremor
  • Sering muntah
  • Kelainan pada ukuran kepala, yaitu microcephaly
  • Gangguan kulit, misalnya ruam atau eksim

Maka dari itu seorang ibu mestilah sering memeriksa kandungannya denga rutin, dan memastikan bahwa kandungannya baik-baik saja. Karena penurunan gen semacam ini prosesnya terjadi dari semenjak bayi dalam kandungan. Jika kedua orang tua memiliki  kelainan ini, maka anak hanya 25% kemungkinannya akan terkena Fenilketonurik, tapi jika sebaliknya, hanya salah satu dari orang tua, ayah atau ibunya saja, maka 50% kemungkinan untuk membawa sifat mutasi genetik Fenilketonurik tanpa menderita kelainan tersebut.

Jika bayi atau anak yang memiliki kelainan ini sudah didagnosis oleh dokter, maka tindakan selanjutnya adalah pengobatan. Seperti yang dilansir dari honestdoc.id, beberapa langkah berikut bisa menjadi tahap pengobatan :

  1. Penerapan pola makan rendah protein

Dalam hal ini seorang ibu menghindarkan anak dari sumber protein, seperti telur, susu, hingga ikan.

  1. Memberikan porsi makan yang tidak berlebihan, baik sayuran ataupunn buah-buahan.
  2. Membantu anak untuk mengonsumsi suplemen asam amino, karena ini salah satu cara untuk menambah peningkatan gizi pada kelainan fenilketonurik.

Dengan adanya pemeriksaan yang rutin dan bertahap pada bayi, akan mengurangi kemungkinan untuk mengalami penderitaan Fenilketonurik. Namun, setelah ada diagnosa terhadap tanda-tanda yang ada pada bayi, langkah selanjutnya yang mesti dilakukan adalah menjaga pola makan, penderita juga diharuskan mengonsumsi suplemen asam amino. Langkah ini sangat berguna untuk mencukupi gizi yang dibutuhkan tubuh dalam pertumbuhan. Dengan tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan apapun.

Dilansir dari Mayo clinic bahwa orang dewasa yang mengidap fenilketonurik harus menerima perawatan seumur hidup dan memeriksakan kondisinya secara rutin ke dokter. Pemeriksaan kondisi kesehatan secara rutin juga dibutuhkan menanggulangi kemungkinan adanya komplikasi.

Demikian pembahasan terkait  dengan  Fenilketonurik, semoga bermanfaat dan pada dasarnya adalah penderita fenilketonurik mesti menjaga pola hidupnya dengan sebaik mungkin agar kadar fenilalanin di tubuhnya tidak berlebihan. Maka tugas orang tua, baik ayah atau ibu yang harus menjadi pengawas pada pola makan, selain itu  mengerti apa saja yang mesti dikonsumsi oleh anaknya yang didiagnosis fenilketonurik.

 

Sumber : theasianparent.com