Sudahkah kamu pastikan, menu makanan seimbang terhadap tubuhmu.
Blog

Sudahkah kamu pastikan, menu makanan seimbang terhadap tubuhmu.

“dilansir dari laman Alodokter” Untuk memperoleh gizi seimbang, diperlukan konsumsi dari berbagai kelompok makanan yang berbeda. Menu makanan seimbang idealnya terdiri beragam jenis nutrisi, termasuk protein, karbohidrat, lemak, serat, mineral, dan vitamin. Namun, pola hidup sehat tak hanya terpaku pada asupan gizi seimbang. Setiap makanan dan minuman mengandung kalori, yang dipergunakan sebagai energi saat beraktivitas. Maka dari itu, penting untuk memiliki gaya hidup aktif dan berolahraga secara teratur, agar kalori dapat dibakar dan tidak hanya ditimbun saat tubuh tidak aktif dan konsumsi kalori melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh, kalori tersebut akan disimpan sebagai lemak. Hal inilah yang kemudian dapat membuat berat badan semakin bertambah. Solusi yang tepat adalah terapkan pola makan gizi seimbang dengan panduan piring makan, dilengkapi dengan gaya hidup aktif. Konsultasikan dengan dokter gizi jika Anda memiliki pola makan atau kondisi kesehatan khusus, sebelum menerapkannya.

“dilansir dari laman Hellosehat” Masih ingatkah dengan 4 sehat 5 sempurna telah menjadi slogan yang terus terngiang-ngiang dalam ingatan kita. Slogan ini juga mungkin sudah kita hafalkan sejak kecil. Namun, sadarkah bahwasanya kita sudah tidak lagi menerapkannya. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan Indonesia telah mengeluarkan penggantinya, yaitu Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Prinsip menu makanan seimbang sangatlah penting dan memang baru dikeluarkan dan disahkan pada tahun 2014 lalu, sehingga belum banyak yang tahu bahwa 4 sehat 5 sempurna tidak berlaku lagi. Berikut adalah alasan mengapa slogan 4 sehat 5 sempurna dinilai kurang pas dan digantikan dengan Pedoman Gizi Seimbang.

  • Susu tidak wajib jadi pelengkap

Bila Anda beranggapan bahwa menu diet sehat Anda baru akan sempurna kalau sudah minum susu, maka Anda keliru. Susu tidak wajib lagi dimasukkan ke dalam menu diet sehat Anda sehari-hari. Pasalnya, susu memiliki kandungan yang sama seperti lauk protein hewani.

  • Sedangkan kandungan lain yang ada di susu seperti kalsium, fosfor, dan zat besi, juga bisa Anda temukan dalam berbagai protein hewani lainnya. Jadi jangan khawatir Anda menjadi tidak sehat karena selama ini tidak minum susu.
  • Tidak hanya bergantung dengan satu jenis makanan saja, seperti makanan pokok yang bisa diganti dengan jagung, mi, ubi, atau kentang – tak harus nasi terus. Sedangkan di dalam slogan yang terdahulu tidak ada pesan tersebut.
  • Anda juga harus banyak minum air

Dalam 4 sehat 5 sempurna, tidak disebutkan bahwa Anda harus mengonsumsi air mineral. Padahal, pemenuhan cairan sangat penting untuk menjaga kecukupan cairan di dalam tubuh Anda. Cairan yang paling baik untuk memenuhi kebutuhan Anda hanyalah air mineral. Oleh karena itu, pada Pedoman menu makanan seimbang  Anda dianjurkan untuk minum air putih setidaknya 8 gelas per hari atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

  • Tidak ada ketentuan porsi

Di dalam slogan makan makanan sehat yang lama, tidak ada ketentuan dan aturan seberapa banyak porsi makan dalam sehari. Padahal, ketentuan porsi makan sangatlah penting untuk mencegah Anda mengalami kegemukan dan terserang berbagai penyakit kronis. Sementara itu, pada Pedoman menu makanan seimbang Anda juga bisa mendapatkan pembagian porsi menu makanan sehat di dalam piring makan Anda.

  • Bahan makanan harus bervariasi

Semakin banyak bahan menu makanan sehat yang Anda makan, semakin baik kandungan gizinya. Dalam Prinsip Gizi Seimbang, ditekankan juga untuk mengonsumsi beragam jenis bahan makanan.

  • Makan sehat saja tidak cukup

Dahulu, mungkin Anda berpikir jika ingin hidup sehat maka Anda tinggal memenuhi prinsip makan 4 sehat 5 sempurna. Ini berarti setiap makan harus ada makanan pokok, lauk yang terdiri dari protein hewani dan protein nabati, sayur, buah, dan susu sebagai penyempurnanya. Dalam pedoman yang baru ini, disebutkan beberapa anjuran lain bila Anda ingin hidup sehat. Di antaranya berolahraga rutin, mengatur porsi makan, memantau berat badan secara teratur, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

 

 

Sumber: Alodokter.com

Sering Makan dan Minum dalam Suhu yang Tinggi? Waspada Penyebab Penyakit Epiglotitis.
Blog

Sering Makan dan Minum dalam Suhu yang Tinggi? Waspada Penyebab Penyakit Epiglotitis.

 

Epiglotitis merupakan suatu infeksi yang terjadi pada epiglotitiss yang kemungkinan bisa menyebabkan gangguan fungsi epiglotis dan pembengkakan pada epiglotis. Dalam kasus yang berat, epiglotitis bisa saja menyebabkan sumbatan pernapasan yang kemungkinan dapat mengancam nyawa.

Nah, umumnya penyebab epiglotitis yaitu adanya infeksi bakteri. Bakteri yang kerap kali menyebabkan keadaan ini adalah Haemophilus influenzae tipe b atau Hib. Bakteri ini mampu menyebar ketika orang yang menderita flu tidak menutup mulut saat batuk atau bersin, sehingga tetesan airnya dapat terhirup ke dalam mulut.

Selain itu, terdapat jenis bakteri lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit ini muncul adalah Streptococcus A, B, C, serta Streptococcus pneumoniae. Strep A merupakan bakteri penyebab radang tenggorokan, sementara Strep pneumoniae menyebabkan radang paru atau pneumonia.

Dilansir dari laman Halodoc, tidak hanya itu, virus penyebab herpes zoster, cacar air, serta virus penyebab infeksi pernapasan juga bisa menyebabkan penyakit ini. Begitu pula dengan jamur penyebab infeksi ragi atau ruam popok, juga kemungkinan dapat memperparah peradangan pada epiglotis.

Berikut ini penyebab lain yang kemungkinan juga dapat memicu penyakit epiglotitis, yaitu:

  1. Menggunakan kokain
  2. Menghirup asap kimia
  3. Menelan benda asing
  4. Lidah terbakar saat makan atau minum minuman panas
  5. Mengalami cedera pada tenggorokan, seperti luka tusuk atau luka tembak

Faktor-faktor risikonya

Kira-kira hal apa yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena epiglotitis?

Epiglotitis merupakan kondisi yang mungkin terjadi pada hampir setiap manusia, tidak memandang usia maupun golongan ras. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terjangkit penyakit ini.

Nah, berikut ini daftar faktor resiko yang dapat memicu adanya penyakit epiglotitis.

  1. Usia

Anak-anak ataupun bayi yang masih berusia di bawah 1 tahun, terlebih mereka yang belum mendapatkan vaksin Hib, sangat rentan terkena penyakit ini. di samping itu, peradangan epiglotitis juga kerap kali terjadi pada orang-orang berusia sekitar 85 tahun ke atas.

  1. Jenis kelamin

Meski hingga kini belum ditemukan alasan yang kongkrit, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis yang kelamin laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

  1. Beraktivitas di tempat yang kurang higienis

Biasanya, keadaan terpapar infeksi saluran pernapasan dan bakteri yang lain cenderung terjadi di ruang publik yang kurang higienis, misalnya sekolah dan tempat penitipan anak.

  1. Memiliki daya tahan tubuh atau sistem imun yang bermasalah

Seseorang dengan daya tahan tubuh lemah, tubuhnya akan mengalami kepayahan ketika melawan infeksi. Penyakit diabetes menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat melemahkan sistem imun tubuh, sehingga orang-orang yang memiliki diabetes dikategorikan sebagai golongan yang rentan mengalami epiglotitis.

  1. Makanan atau minuman yang terlalu panas

Mengonsumsi minuman ataupun makanan dengan suhu yang terlalu tinggi juga berpotensi melukai epiglotis. Kemungkinan untuk mengalami peradangan atau infeksi pun jauh lebih tinggi.

Diagnosis Epiglotitis

Diagnosis yang dilakukan dokter berdasarkan pada gejala dan hasil pemeriksaan dengan laringoskopi yang menunjukkan adanya pembengkakan  pada epiglotis. Pembiakan darah atau lendir tenggorokan dapat dilakukan untuk bisa menunjukkan adanya bakteri. Ketika dilakukan pemeriksaan darah yang lengkap tampak peningkatan jumlah sel darah putih. Rontgen pada leher dapat juga menunjukkan adanya pembengkakan epiglotis.

Komplikasi Epiglotitis

Menurut Hellosehat, penyakit epiglotitis bisa menyebabkan sejumlah komplikasi, antara lain:

  1. Gagal napas.

Epiglotitis merupakan sebuah tutup kecil yang bisa bergerak tepat di atas larynx yang berfungsi untuk mencegah makanan dan minuman masuk ke saluran udara. Akan tetapi, jika epiglotitis menjadi bengkak, baik karena infeksi ataupun cedera, jalan udara menjadi sempit dan bisa menjadi terganggu. Sehingga hal ini bisa memicu gagal napas, yakni keadaan yang mengancam keselamatan ketika tingkat oksigen di darah menurun atau tingkat karbondioksida menjadi sangat tinggi.

  1. Penyebaran infeksi.

Tak jarang bakteri yang menyebabkan epiglotitis juga akan menimbulkan infeksi lain di tubuh, seperti pneumonia, meningitis, ataupun infeksi darah.

 

Sumber: rusabook.com

Penyakit Fenilketonurik, Ini Sebabnya..
Blog

Penyakit Fenilketonurik, Ini Sebabnya..

 

         

Fenilketonurik adalah sebuah penyakit langka yang berupa kelainan yang terjadi pada anak yang menyebabkan kurangnya asam amino fenilalanin dalam tubuh. Penyebabnya adalah kelainan pada gen yang berfungsi membentuk enzim yang dibutuhkan untuk mencerna fenilalanin. Akibatnya jika salah makan, penderita Fenilketonurik akan merasakan gangguan kesehatan yang serius.

Maka selama hidupnya, seorang penderita Fenilketonurik harus banyak membatasi asupan fenilalanin, yang terdapat banyak pada makanan yang mengandung protein. Adapun penyebab dari Fenilketonurik yang terjadi, disebabkan oleh suatu mutasi genetik. Akibatnya saat individu mengalami keadaan ini, yaitu kelainan gen menyebabkan hilangnya atau minimnya enzim yang dibutuhkan untuk mencerna asam amino (fenilalanin).

Dilansir dari klikdokter.com, orang yang memiliki kelainan ini, umumnya mendapatkan turunan gen dari kedua orang tuanya, baik dari pihak ayah maupun ibu. kemudian pola penurunan semacam in disebut autosomal resesif  terkadang orang tua tidak mengetahui jika semua kelainan ini berasal dari gen orang tuanya sendiri.

Menurut dr. Marianti, seorang anak yang mengalami kelainan gen ini, biasanya tidak ada tanda-tanda sejak dini. Akan tetapi akan mudah disadari saat sudah beranjak dewasa yaitu:

 

  • Kelainan intelektuaal dan keterbelakangan mental
  • Gangguan tingkah laku, emosional dan sosial, contoh sederhananya adalah uring-urungan atau menyakiti diri sendiri.
  • Pertumbuhan yang lamban
  • Kekuatan tulang menurun
  • Epilepsi
  • Tremor
  • Sering muntah
  • Kelainan pada ukuran kepala, yaitu microcephaly
  • Gangguan kulit, misalnya ruam atau eksim

Maka dari itu seorang ibu mestilah sering memeriksa kandungannya denga rutin, dan memastikan bahwa kandungannya baik-baik saja. Karena penurunan gen semacam ini prosesnya terjadi dari semenjak bayi dalam kandungan. Jika kedua orang tua memiliki  kelainan ini, maka anak hanya 25% kemungkinannya akan terkena Fenilketonurik, tapi jika sebaliknya, hanya salah satu dari orang tua, ayah atau ibunya saja, maka 50% kemungkinan untuk membawa sifat mutasi genetik Fenilketonurik tanpa menderita kelainan tersebut.

Jika bayi atau anak yang memiliki kelainan ini sudah didagnosis oleh dokter, maka tindakan selanjutnya adalah pengobatan. Seperti yang dilansir dari honestdoc.id, beberapa langkah berikut bisa menjadi tahap pengobatan :

  1. Penerapan pola makan rendah protein

Dalam hal ini seorang ibu menghindarkan anak dari sumber protein, seperti telur, susu, hingga ikan.

  1. Memberikan porsi makan yang tidak berlebihan, baik sayuran ataupunn buah-buahan.
  2. Membantu anak untuk mengonsumsi suplemen asam amino, karena ini salah satu cara untuk menambah peningkatan gizi pada kelainan fenilketonurik.

Dengan adanya pemeriksaan yang rutin dan bertahap pada bayi, akan mengurangi kemungkinan untuk mengalami penderitaan Fenilketonurik. Namun, setelah ada diagnosa terhadap tanda-tanda yang ada pada bayi, langkah selanjutnya yang mesti dilakukan adalah menjaga pola makan, penderita juga diharuskan mengonsumsi suplemen asam amino. Langkah ini sangat berguna untuk mencukupi gizi yang dibutuhkan tubuh dalam pertumbuhan. Dengan tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan apapun.

Dilansir dari Mayo clinic bahwa orang dewasa yang mengidap fenilketonurik harus menerima perawatan seumur hidup dan memeriksakan kondisinya secara rutin ke dokter. Pemeriksaan kondisi kesehatan secara rutin juga dibutuhkan menanggulangi kemungkinan adanya komplikasi.

Demikian pembahasan terkait  dengan  Fenilketonurik, semoga bermanfaat dan pada dasarnya adalah penderita fenilketonurik mesti menjaga pola hidupnya dengan sebaik mungkin agar kadar fenilalanin di tubuhnya tidak berlebihan. Maka tugas orang tua, baik ayah atau ibu yang harus menjadi pengawas pada pola makan, selain itu  mengerti apa saja yang mesti dikonsumsi oleh anaknya yang didiagnosis fenilketonurik.

 

Sumber : theasianparent.com

Pengertian dan penyebab Difisiensi protein C   
Blog

Pengertian dan penyebab Difisiensi protein C  

 

 

 Difisiensi protein C merupakan keadaan ketika tubuh yang memiliki kekurangan protein C di sebutnya pengencer darah yang alami yang mengalir dalam tubuh. Pada darah yang dapat mengatur adanya keseimbangan dalam  pembekuan darah pada tubuh sehingga terjadinya proses pembekuan darah yang mampu mengontrol agar tidak terjadinya darah yang menggumpal karena apabila darah menggumpat dapat mengganggu kinerja organ lain terutama saat menggumpal di bagian otak, darah tidak bisa mengalir karena tidak adanya asupan oksigen.  Fungsi Difisiensi protein C dapat mencegah terjadinya peradangan dan dapat melindungi dari kerusakan. Keadaan tersebut biasanya terjadi  pada darah yang mempunyai keadaan tidak aktif, dan dapat aktif kembali apabila  diperlukan. Apabila ada kekurangan pada penyakit tersebut mengakibatkan keseimbangan  pembekuan darah diatur berdasar macam protein yang dapat mengganggu dan darah lebih cepat  menggumpal seringkali terjadi di pembuluh darah yang alirannya lambat dan dapat memupuk dalam satu titik di bagian pembuluh vena. Keadaan tersebut apabila berlangsung lama dan banyak darah membeku akan mengakibatkan penyakit deep vein thrombosis (DVT).

Penyebab

Difisiensi protein C terjadi akibat perubahan pada yang di wariskan pada keluarga yang dapat  menjadi penyebab di bagian kinerja tersebut menjadi tidak normal. Adanya riwayat keluarga dapat memberikan pengaruh pada protein C akan lebih  berisiko memiliki penyakit tersebut. Adapula orang yang tidak memiliki pengaruh dari faktor genetik tetapi  dapat mengalami penyakit tersebut. Adapun faktor pemicu, berupa: penderita kekurangan vitamin K,  gagal hati, ada infeksi berat, kanker yang sudah menyebar (metastasis), mengalami DIC, berupa kondisi penggumpalan darah yang menyebar di bagian seluruh tubuh dan memiliki perdarahan pada saat bersamaan, keadaan sedang di masa kemoterapi, dan menjalani operasi sel sumsum tulang.

Umumnya Difisiensi protein C tidak memiliki gejala yang jelas hingga dapat menimbulkan  gumpalan darah. Gejala-gejala yang dapat mengakibatkan penggumpalan darah dalam tubuh, antara lain:

  1. Deep vein thrombosis disebutnya trombosis vena dalam, berupa terbentuk pada gumpalan darah pada bagian pembuluh vena dalam. Apabila gumpalan darah pada pembuluh vena di bagian tungkai, adanya pembengkakan, rasa nyeri, perubahan warna dan memiliki pengerasan di bagian tungkai yang sudah terjadi penggumpalan darah.
  2. Emboli paru, ketika terjadinya gumpalan darah di daerah tungkai lepas juga dapat menghentikan melalui penyumbatan pembuluh arteri paru-paru yang menyebabkan kinerja pada jaringan paru-paru tidak normal. Gejala emboli paru dapat muncul berupa sesak pada pernapasan, nyeri bagian dada, batuk, demam, dan pusing.
  3. Tomboflebitis, ketika gumpalan darah diduga dapat menjadi pemicu timbulnya peradangan di bagian pembuluh vena yang dapat mengalami penggumpalan. Gejalanya dapat muncul dengan pembengkakan, kemerahan, rasa nyeri, dan demam tubuh yang merasakan penggumpalan darah penyebab Difisiensi protein C. Keadaan seperti kekurangan protein c memberikan penyebab darah yang menggumpal secara keseluhan pada setiap bagian tubuh sehingga darah untuk dapat mengalir dengan baik maka akan dibutuhkan pengecer darah agar kinerja tubuh noal.seperti biasanya ini hanya keadaan darah yang tersumbat mengakibatkan gumpalan pada aliran darahnya. Kemungkinan kindisi seperti ini akan mengganggu aktifitas harian tetapi terkadang dampah hampir tidak terlihat jelas.
  4. Purpura fulminan, ketika munculnya gumpalan darah pada pembuluh darah dan mengakibatkan penyumbatan pada aliran darah dan juga kematian jaringan nekrosis. Adanya lebam ungu gelap pada kulit, di bagian daerah yang ada penyumbatan aliran darah. Umumnya terjadi pada anak-anak dan apabila bayi sudah memiliki ketika lahir disebut purpura neonatal.

 

Referensi:

alodokter.com

klikdokter.com

 

Referensi gambar:

pinterpandai.com

 

PANDUAN PIRING MAKAN AGAR MENU GIZI SEIMBANG TERCUKUPI
Blog

PANDUAN PIRING MAKAN AGAR MENU GIZI SEIMBANG TERCUKUPI

Adakah diantara kalian yang gemar mengonsumsi makanan instan atau cepat saji? Apakah makanan tersebut sudah memenuhi gizi yang seimbang untuk tubuh? Kesibukan bekerja saat ini perlahan menuntut untuk hidup secara instan, salah satunya yakni mengonsumsi makanan instan atau cepat saji untuk mengisi energi dan mengurangi rasa lapar. Namun, makan istan tersebut ternyata belum memenuhi gizi yang seimbang yang diperlukan oleh tubuh lho!

Kesehatan tubuh merupakan hal penting yang harus dijaga sebaik mungkin. Padatnya aktivitas sehari-hari harus diimbangi dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang. Dengan mengonsumsi menu gizi seimbang tidak sekadar memenuhi rasa lapar, namun sebagai penunjang kesehatan tubuh.

Untuk mendapatkan gizi seimbang, anda harus mengonsumsi makanan yang ideal terdiri dari berbagai macam jenis protein, karbohidrat, lemak, nutrisi, serat, mineral, dan vitamin. Pada umumnya, pola menu gizi seimbang diilustrasikan dengan model piramida. Namun, sekarang ini dapat menggunakan panduan priring makan untuk memenuhi  menu gizi seimbang. Berikut panduan piring makan yang dapat anda diterapkan!

  1. Gunakan setengah piring makan terdiri dari sayur dan buah-buahan dengan jenis warna yang beragam, seperti: sawi, wortel, brokoli, bayam, dan jenis sayuran lainnya.
  2. Gunakan seperempat piring makan yang berisi protein, seperti mengonsumsi ikan, ayam, telur, atau kasang-kacangan (kacang merah, kacang polong, dan olahan dari kacang kedelai). Hindari mengonsumsi daging olahan seperti sosis dan nugget.
  3. Gunakan seperempat piring berisi karbohidrat seperti nasi merah, gandum, umbi-umbian. Jika anda mengidap diabetes hindari mengonsumsi nasi dan roti secara berlebihan karena akan meningkattkan kadar gula yang memperparah
  4. Lengkapi sedikit minyak sehat, seperti minyak zaitun, minyak kedelai, dan minyak jagung. Minyak nabati akan membuat tubuh minim dari kolestrol jahat.
  5. Mengonsumsi air putih yang cukup sesuai kondisi tubuh, seperti 3 liter air putih dalam sehari. Anda dapat mengonsumi susu sekiar 1-2 gelas setiap hari, dan konsumsi jus buah 1 gelas setiap hari. Selalu ingat hindari minuman yang memiliki kandungan gula tinggi.

Panduan piring makan agar menu gizi seimbang tercukupi dapat diterapkan untuk semua orang. Bagi orang yang memiliki permasalahan medis, konsultasikan terlebih dulu dengan ahli gizi atu dokter sebelum menerapkan panduan piring makan.

Selain menerapkan panduan piring makan, sebaiknya didukung dengan gaya hidup yang aktif. Pola hidup sehat tidak hanya didukung oleh konsumsi menu gizi seimbang. Karena makanan dan minuman yang dikonumsi mengandung kalori yang berguna sebagai energi beraktivitas. Sehingga diperlukan aktivitas yang aktif dan berolahraga secara rutin agar kalori dapat terbakar tidak menjadi timbunan lemak yang memicu timbulnya berbagai penyakit. Jika tubuh kurang aktif bergerak, maka kalori akan tersimpan dalam tubuh juga dapat  menyebabkan berat badan bertambahn.

Olahraga penting dilakukan tidak hanya untuk menjaga berat badan saja, melainkan juga dapat menekan resiko penyakit diabetes, jantung, dan stroke. Upayakan untuk bergerak aktif atau olahraga sekitar 30 menit dalam sehari.  Lengkapi piring makan dengan menu gizi seimbang dengan gaya hidup yang atif agar kesehatan tubuh dapat terjaga.

Hindari aktivitas yang memicu setres, seperti sering begadang, kurang tidur, kurangnya waktu bersantai dan mengonsumsi makanan-makanan instan atau cepat saji secara berlebihan karena kandungan bahan kimia dapat menyebabkan berbagai penyakit. lalu biasakan untuk mngonsumsi makanan yang mengandung gizi setiap harinya.

 

Sumber gambar: alodokter.com

Obati Feringitis dengan Herbal Alami
Blog

Obati Feringitis dengan Herbal Alami

 

 

 Faringitis adalah penyakit yang ditimbulkan akibat rasa sakit dari radang tenggorokan. Faringitis ini disebabkan karena adanya virus yang menyerang tubuh bagian tenggorokan. Akibatnya, seseorang akan mengalami gejala faringitis yaitu, sering merasa gatal bagian pangkal tenggorokan, dan flu yang disertai dengan demam bahkan adanya benjolan pada bagian tenggorokan yang manimbulkan rasa sakit yang bukan main terutama saat mengonsumsi makanan dan minuman.

Dilansir dari klikdokter.com, bahwa penyakit ini biasanya diakibatkan karena seringnya mengonsumsi air dan makanan yang panas, merokok, alkohol, dan sembarangan meminum antibiotik tanpa resep dokter. Maka jika semua itu sering dilakukan, akan rentan terhadap radang tenggorokan yang menimbulkan rasa sakit.

Setelah mengenali beberapa penyebab dan gejal faringitis atau radang tenggorokan ini, selanjutnya adalah pengobatan yang sesuai dengan anjuran dan petunjuk dokter. Ada beberapa anjuran dokter uyntuk mengobati penyakit faringitis, antaraya adalah konsumsi antibiotik dan obat-obatan yang dianggap cocok untuk mengurangi bakan mengobati penyakit faringitis atau radang tenggorokan.

Tidak semua obat dan antibiotik itu tepat untuk mengobati radang tenggorokan, apabila radang tersebut diakibatkan karena infeksi bakteri, maka pemilihan terapi dengan antibiotik itu merupakan cara yang tepat untuk mengobati radang tenggorokan.

Jika sakit yang diakibatkan karena virus, maka antibiotik tidak diperlukan. Karena jika hanya disebabkan karena infeksi virus, maka gejala akan mudah hilang dengan sendirinya, denan mengembalikan system imun tubuh yang baik.

Alangkah baiknya jika anda melakukan pengobatan dengan cara alami atau herbal. Menurut dr. Melyana Putri, berikut adalah cara pengobatan herbal terhadap penyakit faringitis

  • Jahe

Jahe memiliki zat  antiperadangan, sehingga dapat mengurangi rasa sakit dan nyeri pada tenggorokan

  • Kencur

Kencur atau nama lainnya adalah curcuma zedoaria juga memiliki efek antiperadangan yang  dapat meredakan nyeri saat radang tenggorokan.

  • Vitamin D

Vitamin D dapat meningkatkan jumlah sel T dan interleukin. Sel T itu berperan dalam system imun. Sumber vitamin D antara lain jamur, telur, dan minyak ikan.

Sementara pengobatan herbal lainnya yang dilansir dari hellosehat.com, obat herbal dalam pengobatan faringitis adalah :

  • Memperbanyak minum air putih

Karena radang tenggorokan bisa juga disebabkan karena tenggorokan kering dan kekurangan cairan. Selain itu juga, air putih dapat melawan infeksi kuman

 

  • Selain air putih, anda juga dapat mengonsumsi madu, yang mana obat yanng satu ini sudah tak lagi asing bagi pengobatan herbal. Karena memiliki khasiat yang luar biasa bagi kesehatan dan berbagai penyakit. Nah, cara meminumnya, anda cukup mencampur madu ini dengan air putih hangat dan meminumnya saat dipagi hari.

 

  • Karena radang tenggorokan juga bisa timbul dari bakteri, maka lemon sangat tepat untuk mengobati radang pada bagian tenggorokan. Caranya sangat mudah, anda hanya cukup mencampur perasan lemon ke dalam segelas air hangat. Selain dapat membunuh kuman-kuman yang ada pada tenggorokan, lemon juga dapat menghilangkan lender pada tenggorokan, sehingga saat tenggorokan kembali bersih, otomatis anda akan merasa lega .

 

  • Hal sederhana yang dapat dikonsumsi oleh seseorang yang merasakan radang pada tenggorokan, anda juga bisa makan permen pelega tenggorokan, yang sifatnya mampu menghangatkan tenggorokan.

 

Dengan demikian, penting untuk mengetahui sebab dari faringitis, karena pengobatannya akan sesuai dengan gejala dan penyebab rasa sakit tersebut. Jangan selalu terikat dengan obat dan antibiotik. Meski baik, tapi cobalah untuk menggunakan herbal alami agar lebih aman, karena selain mengobati  faringitis, tanaman herbal di atas, dapat juga memberi kehangatan dan kenyamanan pada tubuh, terlebih saat demam.

Mulailah berpola hidup sehat dengan memeberi asupan gizi dan istirahat yang cukup, karena virus dan bakteri akan mudah menyerang tubuh saat tubuh dalam keadaan tidak fit.

 

Sumber gambar : honestdocs.id

Hindari Permen! Berikut Cara Mengobati Fenilketonurik yang Benar.
Blog

Hindari Permen! Berikut Cara Mengobati Fenilketonurik yang Benar.

 

Fenilketonuria merupakan kondisi medis di mana terjadi kelainan genetika langka yang sudah ada sejak lahir. Kondisi ini akan menyebabkan asam amino yang di sebut fenilalanin, yaitu  salah satu bahan baku untuk pembentukan protein oleh tubuh, menumpuk di dalam tubuh.

Keadaan ini disebabkan oleh terjadinya kecacatan pada gen yang berfungsi untuk membantu menciptakan enzim yang dibutuhkan untuk memecah fenilalanin. Tanpa enzim tersebut, proses fenilalanin menjadi terhambat, pada akhirnya fenilalanin akan menumpuk dalam darah dan otak. Setiap penyakit pasti selalu ada obatnya atau mungkin cara perawatannya.

Bagaimana Cara Mengobati Fenilketonuria?

Berita buruknya adalah penyakit yang satu ini bukanlah suatu penyakit yang bisa disembuhkan secara total. Jadi, dalam hal ini biasanya cara yang dilakukan untuk mengobati fenilketonuria bertujuan untuk mengendalikan level kelainan genetik tersebut agar tidak menyebabkan gejala-gejala berbahaya bahkan komplikasi.

Berikut ini adalah beberapa langkah untuk mengobati penyakit fenilketonuria.

  1. Penerapan pola makan rendah protein

Dalam penanganan penyakit ini biasanya akan dilakukan penerapan pola makan yang rendah asupan protein yang pada dasarnya menghindari bahan makanan yang kaya protein seperti telur, susu dan produk olahannya, ikan, serta semua jenis daging. Makanan yang mengandung pemanis buatan, seperti permen karet dan minuman berkarbonasi, juga harus dihindari karena dapat berubah menjadi fenilalanin di dalam tubuh.

  1. Pemilihan bahan makanan yang ketat

Menurut Honestdoc, tidak hanya menekan konsumsi protein saja, biasanya jenis makanan lainnya juga akan diatur, ditakar dan dipilih dengan cermat agar tidak berlebihan. Hal ini juga berlaku untuk makanan sejenis sayur dan buah.

  1. Konsumsi suplemen asam amino

Selain menjaga pola makan dengan diet yang ketat seperti yang disebutkan di atas, pasien yang menderita penyakit fenilketonurik juga diwajibkan untuk mengonsumsi suplemen asam amino. Langkah ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan gizi tubuh dalam pertumbuhan.

Dilansir dari laman Alodokter, pasien dengan penyakit fenilketonuria harus senantiasa menjaga agar kadar fenilalanin dalam tubuh mereka tidak berlebihan. Sebelum mengubah pola makan, mengonsumsi obat apa pun, serta memberikan susu formula pada bayi, apabila Anda memiliki bayi yang menderita fenilketonuria dianjurkan untuk selalu mengkonsultasikannya dengan dokter.

Disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah dan kondisi kesehatan secara berkala untuk menanggulangi kemungkinan adanya komplikasi. Karena fenilketonuria ini bukan masalah kesehatan yang sembarangan, jadi anda harus mempertimbangkan tindakan-tindakan anda agar tidak memperparah penyakit ini.

Kapan Harus ke Dokter?

Segeralah mencari bantuan medis bila mengalami beberapa kondisi berikut ini:

  1. Pada bayi baru lahir

Menurut Halodoc, apabila tes skrining bayi baru lahir secara rutin menunjukkan adanya tanda bahwa bayi tersebut berpotensi mengidap fenilketonuria, maka dokter anak akan segera melakukan tindakan perawatan diet untuk mencegah terjadinya masalah yang lebih serius jangka panjang.

  1. Pada wanita usia subur.

Bagi wanita dengan riwayat fenilketonuria harus memeriksakan diri ke dokter dan mempertahankan diet fenilketonuria sebelum terjadi kehamilan dan dalam masa hamil hingga melahirkan. Hal ini dilakukan bertujuan untuk mengurangi risiko meningkatnya kadar fenilketonuria yang dapat membahayakan kondisi janin.

  1. Orang dewasa

Bagi orang dewasa yang mengidap fenilketonuria harus menerima perawatan seumur hidup dan memeriksakan kondisinya secara teratur ke dokter.

Fenilketonurik ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang serius, seperti:

  1. Kerusakan permanen pada otak.
  2. Gangguan saraf, sejenis tremor atau kejang.
  3. Ukuran kepala kecil atau microcephaly, sehingga terlihat menjadi tidak wajar.

 

Sumber : TheHealthyPost.com

Epiglotitis Adalah Penyakit yang Dapat Mengancam Nyawa. Yuk, Cari Tahu Apa Saja Gejala dan Pengobatannya?
Blog

Epiglotitis Adalah Penyakit yang Dapat Mengancam Nyawa. Yuk, Cari Tahu Apa Saja Gejala dan Pengobatannya?

 

Epiglotis merupakan susunan tulang rawan yang sangat tipis, terletak di belakang lidah dan terletak di depan laring atau kotak suara. Epiglotis umumnya mempunyai konformasi menghadap atas supaya udara dapat masuk ke dalam jalur selanjutnya. apabila terjadi proses menelan makanan, epiglotis akan menghadap kebawah untuk menutup jalur kepada kotak suara, yang berfungsi untuk mencegah makanan dan minuman masuk ke dalam trakea.

Epiglotis berbentuk seperti daun yang tersusun atas tulang rawan, menempel pada batangnya hingga ke bagian posterior dari tulang rawan tiroid dan memproyeksikan secara posterosuperior dari tempat menempelnya hingga kepada tulang rawan tiroid. Proses penempelan ini bisa terjadi karena ligamen tiro-epiglotik pada lini tengah sekitar jalur tengah antara laring dengan tiroid bagian inferior dan bagian atas epiglotis adalah di belakang bagian faringeal lidah.

Ketika tubuh sedang dalam proses mencerna makanan, pusat menelan akan menghentikan pusat pernafasan yang keduanya terdapat pada otak. Uvula akan terangkat untuk mencegah makanan masuk ke dalam sistem pernafasan. Lidah juga akan mencegah makanan yang masuk kembali lagi ke dalam rongga mulut. Epiglotis ditekan menutupi glottis supaya makanan tidak salah masuk ke dalam sistem pernafasan.

Lalu apa itu epiglotitis?

Epiglotitis adalah peradangan dan pembengkakan yang ditimbulkan oleh infeksi atau cedera tenggorokan. Pada kasus yang terbilang berat, epiglotitis kemungkinan dapat menyebabkan sumbatan pernapasan yang dapat mengancam nyawa.

Peradangan yang terjadi pada epiglotis bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti luka bakar akibat makanan atau minuman terlalu panas, cedera pada mulut atau tenggorokan, serta infeksi.

Menurut laman Hellosehat, epiglotitis kebanyakan ditemukan pada anak-anak, tetapi kondisi ini juga bisa dialami orang dewasa. Nah, penyebab epiglotitis umumnya pada anak adalah infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B atau Hib. Hib ini juga merupakan patogen utama yang bisa ditemukan pada pneumonia, meningitis, dan infeksi pada aliran darah.

Ketika epiglotis terinfeksi, meradang, dan membengkak, hal tersebut dapat mengganggu jalur pernapasan. Oleh karena itu, keadaan ini memerlukan penanganan medis darurat.

Seberapa umumkah epiglotitis?

Epiglotitis adalah penyakit yang cukup langka. Diperkirakan hanya sekitar 1 atau 2 dari 100.000 individu yang kemungkinan menderita penyakit ini.

Gejala Epiglotitis

Infeksi yang terjadi umumnya berawal di saluran pernapasan atas sebagai peradangan hidung dan tenggorokan. Lalu, infeksi bergerak ke bawah menuju epiglotis. Infeksi kerap kali disertai dengan bakteremia atau infeksi darah. Epiglotitis dapat dengan segera berakibat fatal karena pembengkakan jaringan yang terinfeksi bisa menyumbat saluran udara dan menghentikan pernapasan.

Berikut ini dilansir dari laman Halodoc, gejala yang kemungkinan muncul, yaitu:

Nyeri tenggorokan.

Gangguan menelan.

Gangguan pernapasan.

Bungkuk ke depan, sebagai upaya untuk bernapas.

Stridor atau suara pernapasan yang kasar.

Suara serak.

Menggigil.

Demam.

Sianosis atau warna kulit kebiruan.

Mengeluarkan liur

Bagaimana epiglotitis diobati?

Pengobatan yang utama adalah dengan melakukan monitor kadar oksigen dan melindungi jalur napas Anda. Apabila kadar oksigen dalam darah Anda terlalu rendah, Anda akan diberikan pernapasan bantuan melalui masker atau selang napas.

Dokter kemungkinan juga akan melakukan beberapa penanganan berikut ini:

  1. Asupan cairan melalui infus bertujuan untuk mencukupi kebutuhan tubuh sampai Anda benar-benar dapat kembali menelan.
  2. Antibiotik berfungsi untuk mengobati infeksi bakteri.
  3. Obat antiinflamasi, contohnya kortikosteroid, berfungsi untuk mengurangi pembengkakan dalam tenggorokan.
  4. Bedah trakeotomi juga mungkin dilakukan dokter untuk mencegah gagal napas. Akan tetapi, prosedur ini hanya direkomendasikan kepada pasien dengan kasus epiglotitis yang sudah serius.

 

Sumber: Hellosehat.com

Blog

Ciri-ciri dan diagnosa difisiensi protein c  

 

 

 Difisiensi protein C adalah kondisi tubuh yang kekurangan protein C disebutnya pengencer darah yang alami yang mengalir dalam tubuh. Pada darah yang dapat mengatur adanya keseimbangan dalam  pembekuan darah pada tubuh sehingga terjadinya proses pembekuan darah yang mampu mengontrol agar tidak terjadinya darah yang menggumpal karena apabila darah menggumpat dapat mengganggu kinerja organ lain terutama saat menggumpal di bagian otak, darah tidak bisa mengalir karena tidak adanya asupan oksigen.  Fungsinya darah normal dapat mencegah terjadinya peradangan dan mencegah dari kerusakan. Keadaan tersebut umumnya terjadi  pada darah yang mempunyai keadaan tidak aktif, dan dapat aktif kembali apabila  diperlukan. Apabila ada kekurangan, kemungkinan keseimbangan  pembekuan darah diatur berdasar macam protein yang dapat mengganggu dan darah lebih cepat  menggumpal seringkali terjadi di pembuluh darah yang alirannya lambat dan dapat memupuk dalam satu titik di bagian pembuluh vena. Keadaan tersebut apabila berlangsung lama dan banyak darah membeku akan mengakibatkan penyakit deep vein thrombosis.

Adanya akibat kelainan secara bawaan yang berupa terjadinya gangguan dapat memberikan dampak defisiensi protein C,  pembekuan darah, penyakit pada hati, disseminated intravascular coagulation (DIC), adanya infeksi, kekurangan vitamin K, adanya tumor, dan pembuangan dari usus halus.

Adapun ciri yang dapat di timbulkan pada gejala yang bisa muncul di diri seseorang dengan timbulnya Difisiensi protein C:

  1. Purpura fulminans keadaan yang serius yang ditemukan pada bayi dengan adanya penyakit tersebut. Kemungkinan terjadi gejala pada pembekuan darah di bagian pembuluh darah pada seluruh tubuh.
  2. Deep vein thrombosis, adanya gumpalam darah pada vena yang mempunyai gejala antara lain di bagian lengan, kaki, ataupun di bagian otak harap waspada dengan gejala yang berlangsung kemungkinan kram dan rasa nyeri di lengan dan kaki, adanya perubahan warna kulit kemerahan bahkan keunguan, yang dapat terjadi pembengkakan, dan saat di raba akan panas di bagian nyeri. Terjadinya kelainan di bagian pigmentasi kulit.
  3. Gangrene, keadaam pada jaringan tubuh yang sudah mati karena tidak memiliki pasokan darah yang cukup.
  4. Emboli pulmoner berupa komplikasi yang kemungkinan yang berbahaya dari Deep vein thrombosis saat terjadi pembekuan darah dapat terbentuk pada vena paru-paru. Dengan keadaan gejala sesak napas, rasa nyeri bagian dada, detak jantung memompa cepat, pingsan, hingga batuk darah. Adanya resiko yang di timbulkan saat kehamilan, berkaitan pada pembentukan gumpalan di darah yang memiliki sumbatan.

DIAGNOSIS

Dari pemeriksaan dagnosis Difisiensi protein C, akan dilakukan evaluasi lengkap yang hingga di dapatkan hasil, antara lain:

  1. Wawancara medis, dilakukannya penggalian informasi tentang penyakit bawaan secara genetik dan tanya jawab mengenai tanda serta gejala yang bisa dirasakan. Kondisi semacam ini perlu di waspadai juga agar dapat mengurangi dampak buruk yang terjadi untuk memberikan keringanan pada proses pengobatan. Wawancara dapat dilakukan secara langsung melalui beberapa tahapan agar dapat memeriksa dengan proses yang baik. Pembekuan darah karena pembuluh darah terhenti atau tersumbat dan menumpuk hingga dapat menggumpal di bagian tersebut sehingga dapatnya dapat mengganggu kinerja aktifitas harian.
  2. Pemeriksaan fisik, dapat diketahui secara langsung dengan adanya tanda dan gejala yang ada di Difisiensi protein C.
  3. Pemeriksaan penunjang, biasanya bisa berupa pengecekan darah guna melihat kinerja dalam tubuh. Kondisi pada pembekuan darah dapat terjadi sewaktu-waktu dan menjadikan aktifitas secara harian dapat terganggu.

 

Referensi:

alodokter.com

klikdokter.com

 

Referensi gambar:

krack.de

 

 

Bagaimana cara mengatasi gizi buruk pada sang buah hati?
Blog

Bagaimana cara mengatasi gizi buruk pada sang buah hati?

Gizi buruk atau yang biasa kita kenal sebagai kwashiorkor dalam dunia medis, yang merupakan salah satu bentuk malnutrisi atau dalam artian kesalahan dalam pemberian nutrisi. Kesalahan bisa berupa kekurangan maupun kelebihan nutrisi. Pada dasarnya kwashiorkor tersebut dapat diartikan sebagai kondisi dimana seseorang kekurangan asupan yang mengandung energi dan protein. Padahal protein dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan sel-sel baru. Selain itu, asupan ini juga turut membantu proses perbaikan sel-sel yang rusak. Kwashiorkor kebanyakan menyerang anak-anak di negara-negara berkembang salah satunya Indonesia. 54% kematian bayi dan balita disebabkan kondisi gizi buruk, pernyataan tersebut sudah diperkirakan oleh badan kesehatan dunia (WHO). Bahkan risiko kematian anak dengan gizi buruk 13 kali lebih besar dibandingkan dengan anak normal. Maka dari itu disarankan untuk segera lakukan berbagai cara dalam mengatasi gizi buruk tersebut agar tidak berakibat fatal. Ada beberapa komplikasi akibat gizi buruk atau kwashiorkor sehingga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Bila komplikasi ini terjadi, anak dapat mengalami tahap-tahap perkembangan menjadi lebih lambat dibanding anak normal seusianya. Selain itu anak juga dapat mengalami kesulitan belajar, mudah terserang penyakit berat, gangguan berbagai macam organ, bahkan berakibat fatal menyerang jiwa sang anak tersebut.[1] “dilansir dari laman Hellosehat” Menurut Riskesdas tahun 2013, jumlah bayi gizi buruk dan kurang gizi (malnutrisi) di Indonesia meningkat jadi 19,6% dibanding tahun 2010. Kementerian Kesehatan pun memperkirakan masih ada 4,7 juta bayi dengan kondisi ini yang belum terdeteksi. Masalah tersebut jika dibiarkan terus menerus terjadi pada sang balita akan cenderung terhambat dan membuatnya berisiko menghadapi beragam masalah kesehatan di masa depan. Akan tetapi, dalam hal ini tidak perlu kita khawatirkan. ternyata ada beberapa cara yang bisa kita lakukan sebagai orangtua untuk merawat dan membesarkan balita yang kekurangan gizi. Diantaranya mencukupi kebutuhan nutrisi yang dia inginkan. Nutrisi tersebut sangat berperan dalam setiap perkembangan seseorang karena sangat membantu dalam meningkatkan kekebalan tubuh sikecil bahkan dapat melindungi dari berbagai macam penyakit serta berperan dalam pertumbuhan sang anak. Akan tetapi, perlu kita ketahui juga untuk mengatasi gizi buruk pada sang balita, langkah dalam pemenuhan nutrisi tersebut sedikit berbeda pada balita yang sehat seperti umumnya. Saran terbaik lakukan perawatan sesuai dengan saran dokter agar kondisi tidak semakin memburuk. Berikut beberapa hal yang dapat kita perhatikan jika ingin melakukan perawatan pada balita yang kekurangan gizi dirumah, dan hal ini biasanya dilakukan pada sang anak yang kondisinya tidak terlalu parah. Namun, walaupun begitu tetap diperlukan arahan dari dokter karena hal tersebut juga membutuhkan kondisi medis yang perlu diperhatikan. Akan tetapi jika kondisi pada sang balita sangat buruk lakukan perawatan dirumah sakit saja agar kondisi tidak semakin parah. Berikut beberapa hal cara mengatasi giziz buruk pada sang balita dirumah:

  • Lakukan pemeriksaan awal pada dokter anak atau ahli gizi anak untuk mengetahui penyebab sekaligus cara mengatasinya.
  • Buat rencana perawatan dengan dokter, mengenai menu makanan bernutrisi, jadwal makan, daftar obat-obatan atau suplemen tambahan, dan jadwal minum obat.
  • Lakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin untuk mengetahui bagaimana perkembangan kondisi anak.
  • Menyiapkan makanan bernutrisi yang mudah dimakan dan dicerna oleh anak.
  • Melakukan pengecekan berat badan secara rutin dan mencatatnya untuk dilaporkan kepada dokter. Catat juga apa saja gejala atau hal-hal penting yang berkaitan dengan kondisi anak.

 

Sumber: Hellosehat.com

[1] Sumber referensi Klikdokter.com