Epiglotitis merupakan suatu infeksi yang terjadi pada epiglotitiss yang kemungkinan bisa menyebabkan gangguan fungsi epiglotis dan pembengkakan pada epiglotis. Dalam kasus yang berat, epiglotitis bisa saja menyebabkan sumbatan pernapasan yang kemungkinan dapat mengancam nyawa.

Nah, umumnya penyebab epiglotitis yaitu adanya infeksi bakteri. Bakteri yang kerap kali menyebabkan keadaan ini adalah Haemophilus influenzae tipe b atau Hib. Bakteri ini mampu menyebar ketika orang yang menderita flu tidak menutup mulut saat batuk atau bersin, sehingga tetesan airnya dapat terhirup ke dalam mulut.

Selain itu, terdapat jenis bakteri lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit ini muncul adalah Streptococcus A, B, C, serta Streptococcus pneumoniae. Strep A merupakan bakteri penyebab radang tenggorokan, sementara Strep pneumoniae menyebabkan radang paru atau pneumonia.

Dilansir dari laman Halodoc, tidak hanya itu, virus penyebab herpes zoster, cacar air, serta virus penyebab infeksi pernapasan juga bisa menyebabkan penyakit ini. Begitu pula dengan jamur penyebab infeksi ragi atau ruam popok, juga kemungkinan dapat memperparah peradangan pada epiglotis.

READ  Hindari Permen! Berikut Cara Mengobati Fenilketonurik yang Benar.

Berikut ini penyebab lain yang kemungkinan juga dapat memicu penyakit epiglotitis, yaitu:

  1. Menggunakan kokain
  2. Menghirup asap kimia
  3. Menelan benda asing
  4. Lidah terbakar saat makan atau minum minuman panas
  5. Mengalami cedera pada tenggorokan, seperti luka tusuk atau luka tembak

Faktor-faktor risikonya

Kira-kira hal apa yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena epiglotitis?

Epiglotitis merupakan kondisi yang mungkin terjadi pada hampir setiap manusia, tidak memandang usia maupun golongan ras. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terjangkit penyakit ini.

Nah, berikut ini daftar faktor resiko yang dapat memicu adanya penyakit epiglotitis.

  1. Usia

Anak-anak ataupun bayi yang masih berusia di bawah 1 tahun, terlebih mereka yang belum mendapatkan vaksin Hib, sangat rentan terkena penyakit ini. di samping itu, peradangan epiglotitis juga kerap kali terjadi pada orang-orang berusia sekitar 85 tahun ke atas.

  1. Jenis kelamin
READ  Penyakit Fenilketonurik, Ini Sebabnya..

Meski hingga kini belum ditemukan alasan yang kongkrit, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis yang kelamin laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

  1. Beraktivitas di tempat yang kurang higienis

Biasanya, keadaan terpapar infeksi saluran pernapasan dan bakteri yang lain cenderung terjadi di ruang publik yang kurang higienis, misalnya sekolah dan tempat penitipan anak.

  1. Memiliki daya tahan tubuh atau sistem imun yang bermasalah

Seseorang dengan daya tahan tubuh lemah, tubuhnya akan mengalami kepayahan ketika melawan infeksi. Penyakit diabetes menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat melemahkan sistem imun tubuh, sehingga orang-orang yang memiliki diabetes dikategorikan sebagai golongan yang rentan mengalami epiglotitis.

  1. Makanan atau minuman yang terlalu panas

Mengonsumsi minuman ataupun makanan dengan suhu yang terlalu tinggi juga berpotensi melukai epiglotis. Kemungkinan untuk mengalami peradangan atau infeksi pun jauh lebih tinggi.

Diagnosis Epiglotitis

Diagnosis yang dilakukan dokter berdasarkan pada gejala dan hasil pemeriksaan dengan laringoskopi yang menunjukkan adanya pembengkakan  pada epiglotis. Pembiakan darah atau lendir tenggorokan dapat dilakukan untuk bisa menunjukkan adanya bakteri. Ketika dilakukan pemeriksaan darah yang lengkap tampak peningkatan jumlah sel darah putih. Rontgen pada leher dapat juga menunjukkan adanya pembengkakan epiglotis.

READ  Epiglotitis Adalah Penyakit yang Dapat Mengancam Nyawa. Yuk, Cari Tahu Apa Saja Gejala dan Pengobatannya?

Komplikasi Epiglotitis

Menurut Hellosehat, penyakit epiglotitis bisa menyebabkan sejumlah komplikasi, antara lain:

  1. Gagal napas.

Epiglotitis merupakan sebuah tutup kecil yang bisa bergerak tepat di atas larynx yang berfungsi untuk mencegah makanan dan minuman masuk ke saluran udara. Akan tetapi, jika epiglotitis menjadi bengkak, baik karena infeksi ataupun cedera, jalan udara menjadi sempit dan bisa menjadi terganggu. Sehingga hal ini bisa memicu gagal napas, yakni keadaan yang mengancam keselamatan ketika tingkat oksigen di darah menurun atau tingkat karbondioksida menjadi sangat tinggi.

  1. Penyebaran infeksi.

Tak jarang bakteri yang menyebabkan epiglotitis juga akan menimbulkan infeksi lain di tubuh, seperti pneumonia, meningitis, ataupun infeksi darah.

 

Sumber: rusabook.com

Author

Firman